Ada seorang sahabat yang begitu dekat dengan saya. Sahabat lama sejak SMP. ran namanya. Suatu hari ia pernah bercerita pada saya tentang ketidak yakinan dirinya. Ia selalu merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling menderita di dunia ini. Tak punya pekerjaan tetap, lontang lantung, bingung, punya adik-adik banyak dan orang tua yang tergolong menengah kebawah. Tiap hari shalat di masjid.tapi belum juga ada pencerahan yang datang. Berbekal ijazah SMP ia merasa begitu rendah. Jalannnya selalu menunduk, malu jika saja bertemu dengan teman-teman lamannya. Terkadang ia memilih untuk duduk di rumah dari pada keluar bertemu rekan-rekan lama yang begitu asyik keliling-keliling sore dengan sepeda motor. Berpakaian modis, gaul. Ran hanya bisa meratap di ujung jalan saat orang lain sedang asyik berranda sambil menunggu hidangan sate ayam di restoran di seberang jalan. Sementara ran sedang asyik bersimbah peluh menggerek semen untuk pengecoran sebuah pembangunan ruko.
Saya berusaha untuk meyakinkan ran bahwa kehidupan ini ada skenarionya. Entah ke berapa kali saya menyarankan dirinya untuk tetap optimis dengan hari-harinya.agar memperbanyak senyumnya dari pada kerut keningnya. Suatu kali saya menyarankan kepada ran untuk mencari job yang lain ketimbang kerja serabutan sebagai buruh bangunan. Pagi itu saya suruh ran untuk menjelajah pasar menjari lowongan kerja di toko. Maksudnya agar ia terbiasa dengan kehidupan luar. Ketimbang duduk di rumah menunggu panggilan borongan. Berkali pula saya sarankan agar mengkedepankan ilmu dan pengalaman dari pada mencari uang. Di pasar ia bisa belajar banyak.
Sorenya ia kembali sms. Bahwa seharian ia berkeliling tak ada lowongan. Saya pun sempat mngontak beberapa teman yang bekerja di pasar tersebut. Memang belum ada lowongan. Ran kembali terduduk, semangatnya kembali pudar. Saya sarankan untuk kembali semangat esok, tapi ia hanya diam kaku dan pesimis. Suatu kali saya mencoba tawarkan sebuah usaha pada ran, tapi ran terlanjur pesimis. Ia selalu meratap bahwa kehidupan ini amat tidak adil padanya.
Ran adalah sekelumit catatan kecil gambaran orang-orang di sekitar kita. Tak mudah membangun keyakinan kita akan kehidupan ini.Namun sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang sederhana. Kenapa saya katakan sederhana, yang kita butuhkan adalah keyakinan kita akan Allah yag mengatur kehidupan ini. ia yang menjamin semuanya. Dan kemudian membangun ketaqwaan kita padanya. Sehingga tak perlu untuk berputus asa juga melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan Allah.
Mudah untuk mengatakannya namun sulit pada prakteknya. Ada satu hal yang membuat saya kadang geram dengan ran, ia selalu menolak ukurkan keberhasilan itu dari nilai matematis kehidupan di dunia. Ran ingin punya hanphone yang ranggih, ia ingin terlihat seperti teman-teman yang di rasakannya sebagai orang yang menikmati kehidupan. Jalan-jalan dengan mobil mewah, makan di kafe dan kehidupan glamour lainnya. Sementara ia hanya kuli bangunan yang senantiasa menunduk melihat kondisi tersebut.
Ia selalu bertanya pada saya, “kenapa saya yang selalu shalat berjamaah di masjid belum mendapat pencerahan seperti orang-orang itu? Padahal mereka itu banyak yang tidak shalat? Saya ini kurang apa?” (dalam hati saya ingin berkata bahwa ia kurang sabar dan yakin, serta kurang bersyukur) tapi saya berusaha untuk meyakinkannya bahwa butuh kesabaran. Dan Allah punya renrana untuk dirinya. Tapi ran tak mau terima ia terus mengeluh.
Suatu kali ran di ajak sepupu saya untuk bekerja denganya, sebersit harapan ada dalam benak saya. Mudah-mudahan ini jalan bagi ran. Ia di ajari menjahit dan meyablon, dan ini tepat apa yang saya sampaikan dahulu ini yang ia butuhkan. Selang sebulan saya menelponnya, saya terkejut. Yang keluar dari ucapan ran, ia tak merasakan kenyamanan, ia semakin merasa terpojok dan terjerumus dalam kebodohanya kata-kata yang keluar adalah “saya ini bodoh, Cuma tamat SMP, IQ saya ini jongkok…….” Saya pun mencoba mencari tahu, ternyata ran tak terlalu baik untuk menyablon dan menjahit. Ia sering lemah semangat dan sering sekali melakukan kesalahan. Bahkan sepupu saya bilang ia sudah berupaya untuk menahan marahnya saat ran berbuat kesalahan karena kelalaiannya. Namun ia tak bisa untuk bersabar terus, ran tak berubah. Ia sering termenung. Terkadang saya sering menyuruhnya untuk tetap bersabar dengan keadaannya serta menghilangkan segala keluh, karena itu sumber segala kelemahannya. Dan juga saya sarankan untuk istiqomah menjaga semangat, yaitu sering-seringlah untuk bertakbir dalam hatinya jika ia lemah semangat. Sehari-dua hari semangatnya masih terjaga, empat hari ia menelephon saya, ia kembali lemah dan tak yakin
Ran selalu bilang pada saya ia malu saat di tanya orang tentang sekolahnya. Dan ia berniat untuk mengambil jalan pintas yaitu ijazah SMA yang dapat di beli. Saya berusaha meyakinkannya bahwa banyak orang yang tidak sekolah berhasil. Tapi ran masih yakin bahwa ia menjadi tidak semangat karena ia selalu terfikik tentang ijazahnya yang hanya SMP. Entah dari mana nantinya uang ijazah itu akan ia dapatkan
Saya pun kadang habis kata bagaimana menjawab masalah ran ini, satu hal yang perlu kita petik bahwa ran tak akan pernah bisa bangkit jika tolak ukur keberhasilan di nilai dengan hitungan material dunia ini, dan ia akan terus terpuruk jika tak merubah pola pikirannya.. sama halnya juga dengan kita, akan menjadi orang paling rugi. siapakah orang yang puas dengan kehidupan dunia??.
Dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?(QS.al-an’am :32)
.
Untuk sahabatku ran, semoga Allah memberikan jalan keluar……..
Senin, 06 April 2009
Rabu, 25 Maret 2009
Saatnya tebar pesona……
Bebebrapa hari ini suasana kota amat meriah, hampir tiap hari baik di media masa maupun di jalan-jalan kota di ramaikan dengan berbagai aksi-aksi yang tidak biasa. Ada yang berteriak-teriak di pentas, ada yang berkeliling kota hingga membangunkan banyak orang yang tidur siang. Arak-arakan dan iringan kendaraan pemilu bertabur dan menghiasi jalan raya. Seorang tetangga celetuk ”lumayan, dapat kaos dan duit. Untuk jajan anak-anak”
Pesta pemilu amat menarik, hampir setahun sebelumnya media masa telah turut serta meramaikan. Mulai dari prediksi, persaingan, uraian peta kekuatan, survei bahkan sang kandidat yang masih tidur pun di bangunkan dan di tanya tentang kesiapannya. Perang urat syaraf pun sudah biasa. Saling kritik bahkan saling melempar isu bak roti panggan panas yang di lempar-lempar. Tetap yang jadi tumbal utama adalah pemerintah sekarang.
Kemiskinan adalah komoditi siap jual yang paling laris bagi para kandidat, dan orang miskin menjadi objek utamanya. Dan kelaparan, pendidikan, adalah barang penunjangnya. Yang paling menarik jargon bangsa kacung melekat erat sebagai semboyan yang terus di gaungkan. Entah sadar atau tidak yang jelas....kita ini bangsa kacung.
Pada masa-masa ini akan banyak lahir tokoh-tokoh hebat yang mampu menganalisa permasalahan bangsa. Semua akan bicara tentang kesalahan pengurusan bangsa ini mulai dari a hingga a kembali. Semua punya solusi menarik, dan tiap orang yang mendengar seakan di yakinkan lima tahun mendatang negeri ini jadi negeri yang paling maju di dunia, konsep-konsep mutakhir pun di gulirkan. Termasuk para pendukung partai pemerintah. Tak kalah merumuskan dan menawarkan solusi untuk lima tahun kedepan. Tapi entah kenapa sejak limatahun yang lalu saya masih seperti ini.ah...hanya harapan celetuk seorang pak tua.
Tapi yang menarik pada masa-masa kampanye ini saya sarankan kepada anda jangan sampai ketinggalan, kesempatan besar bagi anda. Tolong jangan di lewatkan....masa-masa bertabur hadiah, uang, baju kaos, bahkan ada hal yang lebih lagi, misalnya untuk karang taruna di desa-desa agar dapat di manfaatkan masa tebar pesona ini untuk membeli satu set bola kaki. Toh satu juta bagi sang caleg tak masalah. Tinggal buat proposal.....dan anda akan dapat senyuman serta uang. Bagi anda yang ingin mengadakan pesta penikahan. Biaya pernikahan anda dapat sedikit terbantu jika saja anda mau mencari sponsor dari salah satu partai, ya...tak perlu di cari justru anda akan di tawari. .
Dan anda ingin tahu bagaimana indonesia sesudah pemilu ini, semuanya sudah terlihat sekarang. Tinggal anda membandingkan saja antara pemilu yang lalu dan hasilnya maka pemilu sekarang hasilnya.............
Entah sampai kapan kita seperti ini?? Wallahualam
Pesta pemilu amat menarik, hampir setahun sebelumnya media masa telah turut serta meramaikan. Mulai dari prediksi, persaingan, uraian peta kekuatan, survei bahkan sang kandidat yang masih tidur pun di bangunkan dan di tanya tentang kesiapannya. Perang urat syaraf pun sudah biasa. Saling kritik bahkan saling melempar isu bak roti panggan panas yang di lempar-lempar. Tetap yang jadi tumbal utama adalah pemerintah sekarang.
Kemiskinan adalah komoditi siap jual yang paling laris bagi para kandidat, dan orang miskin menjadi objek utamanya. Dan kelaparan, pendidikan, adalah barang penunjangnya. Yang paling menarik jargon bangsa kacung melekat erat sebagai semboyan yang terus di gaungkan. Entah sadar atau tidak yang jelas....kita ini bangsa kacung.
Pada masa-masa ini akan banyak lahir tokoh-tokoh hebat yang mampu menganalisa permasalahan bangsa. Semua akan bicara tentang kesalahan pengurusan bangsa ini mulai dari a hingga a kembali. Semua punya solusi menarik, dan tiap orang yang mendengar seakan di yakinkan lima tahun mendatang negeri ini jadi negeri yang paling maju di dunia, konsep-konsep mutakhir pun di gulirkan. Termasuk para pendukung partai pemerintah. Tak kalah merumuskan dan menawarkan solusi untuk lima tahun kedepan. Tapi entah kenapa sejak limatahun yang lalu saya masih seperti ini.ah...hanya harapan celetuk seorang pak tua.
Tapi yang menarik pada masa-masa kampanye ini saya sarankan kepada anda jangan sampai ketinggalan, kesempatan besar bagi anda. Tolong jangan di lewatkan....masa-masa bertabur hadiah, uang, baju kaos, bahkan ada hal yang lebih lagi, misalnya untuk karang taruna di desa-desa agar dapat di manfaatkan masa tebar pesona ini untuk membeli satu set bola kaki. Toh satu juta bagi sang caleg tak masalah. Tinggal buat proposal.....dan anda akan dapat senyuman serta uang. Bagi anda yang ingin mengadakan pesta penikahan. Biaya pernikahan anda dapat sedikit terbantu jika saja anda mau mencari sponsor dari salah satu partai, ya...tak perlu di cari justru anda akan di tawari. .
Dan anda ingin tahu bagaimana indonesia sesudah pemilu ini, semuanya sudah terlihat sekarang. Tinggal anda membandingkan saja antara pemilu yang lalu dan hasilnya maka pemilu sekarang hasilnya.............
Entah sampai kapan kita seperti ini?? Wallahualam
Selasa, 24 Maret 2009
Senyum aja
Satu hal yang membuat seorang itu tampak lebih menarik adalah senyum. Ketika sebuah senyuman merekah di wajah seseorang maka kedamaian pun meliputi. Tak ada rasa was-was bagi orang di sekitarnya. Tak ada rasa takut ataupun curiga dan serekah senyum itu seakan membawa kedamaian. Dan begitu pula sebaliknya seseorang yang berusaha untuk mempertahankan senyumnya ialah suatu hal yang begitu menarik, ia adalah orang yang berusaha untuk membagi kebahagiaannya. Tapi ada juga orang yang sedang bersedih nanmun tetap bertahan dalam senyumnya, melainkan ia adalah orang yang kuat dan penuh kesabaran dalam menghadapi segala masalahnya. Ia tak serta merta untuk mengajak orang dalam masalahnya karena ia menyadari bahwa itu adalah masalah baru baginya, bahkan ia akan berusaha bagaimana untuk menyembunyikan isi hatinya dan menciptakan sebuah kamuflase yang semakin menusuk dalam dirinya.
Bagi mereka yang senantiasa menjaga senyum, seakan ada sebuah kekuatan super yang tak terlihat yang dapat menundukan orang-orang di sekitarnya. Seorang bapak mengendarai motor atau mobil yang merasa di salip atau hampir di buat celaka oleh seorang pemuda yang ceroboh. Jika ia menjaga agar tetap senyum dalam kemarahannya. Maka anda akan melihat sang pemuda tadi akan merasa tidak enak hati dan begitu menyesali kesalahannya dan tak banyak orang yang demikian. Senyuman bapak tadi mengisyaratkan sebuah teguran keras bagi sang pemuda, namun teguran yang begitu lembut tapi tegas baginya. Dan sang bapak pun dapat menjaga kondisi hatinya.
Bayangkan jika saja sang bapak tadi marah dan menampakan wajah yang seram pada pemuda tadi. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi yaitu sang pemuda akan pergi tanpa jejak dengan menggeber motornya sekencang-kencangnya karena ia menyadari bahwa ia bersalah dan takut. Kemungkinan kedua yang terjadi ialah sang pemuda menantang bapak tadi dan merasa tidak bersalah dan mencari pembenaran untuk dirinya, dan pada posisi ini masalah akan jadi lebih gawat. Bisa-bisa pertumpahan darah pun terjadi.
Dan anda boleh mencoba sebaliknya terhadap orang yang marah pada anda. Sebesar apapun kemarahannya dan jika itu anda hadapi dengan senyum maka yakinlah kemarahan sang pemarah tadi akan sedikit mereda, panas tersebut seakan tersiram dengan segarnya air. Dan banyak hal-hal lain yang menjadi keajaiban sebuah senyuman. Suatu aksi tanpa modal yang bisa merubah suatu keadaan baik itu keadaan kecil maupun keadaan yang lebih besar tergantung dari seberapa besar proporsional dan penempatan senyuman tersebut. Serta di dukung pula oleh moment yang tepat senyum itu merekah. Karena senyum tanpa sebab akan banyak mengundang persepsi banyak orang pula, yang di khawatirkan akan timbul fitnah.
Senyum adalah perlambangan ketenangan, kelembutan hati, kewibawaan, dan bijaksana. Senyum juga simbol kedamaian, dan keindahan, apa lagi senyum tersebut rekah dengan iringan lesung pipit.
Namun walaupun demikian tak semua senyum bermakna sama, karena ada kalanya juga senyum bermakna ganda bahkan menjadi sebuah perwujudan sikap seseorang. Pembagian senyum itu juga banyak; ada senyum berseri yang kita ceritakan di atas, ada senyum sinis, ada senyum hambar/hampa, ada senyam senyum.
Semua mewakili keberadaannya. Sehingga sebuah senyum dapat di maknai sesuai kondisi yang mewakilinya. Misalnya; seorang yang melihat tetangganya bertelevisi baru akan menampakan senyum sinis karena ada kedengkian dalam hatinya. Ia merasa tak terima dan berusaha untuk membuat keadaan berbalik dengan fitnah atau omongan yang meremehkan. Senyum sinis ini merupakan ironi dari sebuah makna senyum, karena sebenarnya tidak pantas di namakan sebagai sebuah senyum karena hanya terdiri dari ekspresi wajah seseorang yang terlihat seperti seyum.
Biasanya senyum ini agak timpang atau berat sebelah bisa jadi ke kiri atau ke kanan dan akan berlawanan arahnya dengan lirikan mata, dan orang yang tersenyum sinis umumnya akan membuang pandangannya. Dan kata-kata yang cocok untuk mengiringi senyuman sinis ini ialah ”menyunggingkan senyum” bukan tersenyum. Karena ia hanya aktifitas fisik semata. Senyum sinis dapat di jumpai pada orang-orang yang memiliki sikap benci, dengki, iri, meremehkan, dan ketidak percayaan.
Ada lagi senyum hampa. Senyum hamba juga hampir sama dengan senyum sinis, karena tak bisa di katakan mewakili sebuah senyuman. Senyum hampa ini hanyalah sebuah kamuflase atas kondisi hati seseorang. Bedanya dengan orang yang berusaha menjaga masalahnya dengan tersenyum ialah orang yang tersenyum hampa hanya aktifitas dari wajahnya saja yang tersenyum namun ia tidak berusaha untuk membangun suasana hatinya. Orang yang tersenyum hampa tak bisa di tebak, karena senyum hampa pada dasarnya sebuah sarana untuk membungkam gejolak hati seseorang. Dan jika sudah terlalu besar maka orang ini dapat membahayakan. Karena senyum hampa jika di perhatikan akan tampak kontras dengan keadaan normal seseorang tersebut antara sebelum ia tersenyum, saat ia tersenyum maupun sesudah ia tersenyum, dan satu hal yang mencirikan senyum hampa yaitu jika di hitung kecepatan senyumnya itu sangat cepat dan kembali pada posisi normal Sehingga anda harus peka membedakan mana senyum yang asli mengandung kegembiraan atau mana senyum hampa seseorang yang sedang gelisah yang sebenarnya lebih senang untuk menyendiri atau menghindari dirinya dari anda. Maka jika sudah dapat membedakan sebaiknya anda segera menjauh.
Dan yang terakhir ialah senyam-senyum. Anda akan di paksa untuk memutar otak saat melihat orang yang senyam-senyum. Beribu pertanyaan akan menggelayuti fikiran. Senyam senyum memang memiliki banyak makna. Saya tidak membayangkan jika anda berjalan di tengah keramaian kemudian semua orang terlihat senyam-senyum pada anda...saya yakin anda akan bingung dan merasa serba salah dan bertanya adakah yang salah?? Begitu juga jika kita menemukan seorang teman yang datang kerumah kita dengan keadaan senyam-senyum, anda juga akan binggung. Tapi senyam-senyum juga dapat bermakna kosong jika anda melihat orang yang berjalan dengan senyam senyum sepanjang jalan.......mungkin saja ia orang sedang mendapatkan suatu hal yang baik tapi bisa juga di artikan sebagai orang gila. Maka anda harus waspada
Sebenarnya apa yang saya tulis ini tidaklah ilmiah, dan hanya rekaan serta pengamatan sementara. Mungkin saja anda memiliki banyak kategori senyum lainnya. Mungkin senyum tipis, senyum sanyem, senyum miris, senyum meringis dll. Dan semua saya serahkan pada anda yang berteori. Dan itu tidak berarti penting.....karena yang terpenting ialah demikian pula saya menamai blog ini.
Kenapa? Karena tiap saat ada saja hal yang terjadi di belahan dunia ini entah duka maupun suka. Dan semuanya dapat kita apresiasikan dengan senyuman, dan semua terserah kita. Senyum yang bagaimana yang akan kita sampaikan. Karena saya yakin senyuman merupakan bentuk dari kesempurnaan sang kreator alam ini. Dan ia multifungsi. Saya hanya mangajak kepada kita sekalian untuk tersenyum dalam menyikapi semua hal, dengan ragam ekspresinya. Dan kita tak perlu di buat pusing melainkan ”SENYUM_AJA”.
Bagi mereka yang senantiasa menjaga senyum, seakan ada sebuah kekuatan super yang tak terlihat yang dapat menundukan orang-orang di sekitarnya. Seorang bapak mengendarai motor atau mobil yang merasa di salip atau hampir di buat celaka oleh seorang pemuda yang ceroboh. Jika ia menjaga agar tetap senyum dalam kemarahannya. Maka anda akan melihat sang pemuda tadi akan merasa tidak enak hati dan begitu menyesali kesalahannya dan tak banyak orang yang demikian. Senyuman bapak tadi mengisyaratkan sebuah teguran keras bagi sang pemuda, namun teguran yang begitu lembut tapi tegas baginya. Dan sang bapak pun dapat menjaga kondisi hatinya.
Bayangkan jika saja sang bapak tadi marah dan menampakan wajah yang seram pada pemuda tadi. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi yaitu sang pemuda akan pergi tanpa jejak dengan menggeber motornya sekencang-kencangnya karena ia menyadari bahwa ia bersalah dan takut. Kemungkinan kedua yang terjadi ialah sang pemuda menantang bapak tadi dan merasa tidak bersalah dan mencari pembenaran untuk dirinya, dan pada posisi ini masalah akan jadi lebih gawat. Bisa-bisa pertumpahan darah pun terjadi.
Dan anda boleh mencoba sebaliknya terhadap orang yang marah pada anda. Sebesar apapun kemarahannya dan jika itu anda hadapi dengan senyum maka yakinlah kemarahan sang pemarah tadi akan sedikit mereda, panas tersebut seakan tersiram dengan segarnya air. Dan banyak hal-hal lain yang menjadi keajaiban sebuah senyuman. Suatu aksi tanpa modal yang bisa merubah suatu keadaan baik itu keadaan kecil maupun keadaan yang lebih besar tergantung dari seberapa besar proporsional dan penempatan senyuman tersebut. Serta di dukung pula oleh moment yang tepat senyum itu merekah. Karena senyum tanpa sebab akan banyak mengundang persepsi banyak orang pula, yang di khawatirkan akan timbul fitnah.
Senyum adalah perlambangan ketenangan, kelembutan hati, kewibawaan, dan bijaksana. Senyum juga simbol kedamaian, dan keindahan, apa lagi senyum tersebut rekah dengan iringan lesung pipit.
Namun walaupun demikian tak semua senyum bermakna sama, karena ada kalanya juga senyum bermakna ganda bahkan menjadi sebuah perwujudan sikap seseorang. Pembagian senyum itu juga banyak; ada senyum berseri yang kita ceritakan di atas, ada senyum sinis, ada senyum hambar/hampa, ada senyam senyum.
Semua mewakili keberadaannya. Sehingga sebuah senyum dapat di maknai sesuai kondisi yang mewakilinya. Misalnya; seorang yang melihat tetangganya bertelevisi baru akan menampakan senyum sinis karena ada kedengkian dalam hatinya. Ia merasa tak terima dan berusaha untuk membuat keadaan berbalik dengan fitnah atau omongan yang meremehkan. Senyum sinis ini merupakan ironi dari sebuah makna senyum, karena sebenarnya tidak pantas di namakan sebagai sebuah senyum karena hanya terdiri dari ekspresi wajah seseorang yang terlihat seperti seyum.
Biasanya senyum ini agak timpang atau berat sebelah bisa jadi ke kiri atau ke kanan dan akan berlawanan arahnya dengan lirikan mata, dan orang yang tersenyum sinis umumnya akan membuang pandangannya. Dan kata-kata yang cocok untuk mengiringi senyuman sinis ini ialah ”menyunggingkan senyum” bukan tersenyum. Karena ia hanya aktifitas fisik semata. Senyum sinis dapat di jumpai pada orang-orang yang memiliki sikap benci, dengki, iri, meremehkan, dan ketidak percayaan.
Ada lagi senyum hampa. Senyum hamba juga hampir sama dengan senyum sinis, karena tak bisa di katakan mewakili sebuah senyuman. Senyum hampa ini hanyalah sebuah kamuflase atas kondisi hati seseorang. Bedanya dengan orang yang berusaha menjaga masalahnya dengan tersenyum ialah orang yang tersenyum hampa hanya aktifitas dari wajahnya saja yang tersenyum namun ia tidak berusaha untuk membangun suasana hatinya. Orang yang tersenyum hampa tak bisa di tebak, karena senyum hampa pada dasarnya sebuah sarana untuk membungkam gejolak hati seseorang. Dan jika sudah terlalu besar maka orang ini dapat membahayakan. Karena senyum hampa jika di perhatikan akan tampak kontras dengan keadaan normal seseorang tersebut antara sebelum ia tersenyum, saat ia tersenyum maupun sesudah ia tersenyum, dan satu hal yang mencirikan senyum hampa yaitu jika di hitung kecepatan senyumnya itu sangat cepat dan kembali pada posisi normal Sehingga anda harus peka membedakan mana senyum yang asli mengandung kegembiraan atau mana senyum hampa seseorang yang sedang gelisah yang sebenarnya lebih senang untuk menyendiri atau menghindari dirinya dari anda. Maka jika sudah dapat membedakan sebaiknya anda segera menjauh.
Dan yang terakhir ialah senyam-senyum. Anda akan di paksa untuk memutar otak saat melihat orang yang senyam-senyum. Beribu pertanyaan akan menggelayuti fikiran. Senyam senyum memang memiliki banyak makna. Saya tidak membayangkan jika anda berjalan di tengah keramaian kemudian semua orang terlihat senyam-senyum pada anda...saya yakin anda akan bingung dan merasa serba salah dan bertanya adakah yang salah?? Begitu juga jika kita menemukan seorang teman yang datang kerumah kita dengan keadaan senyam-senyum, anda juga akan binggung. Tapi senyam-senyum juga dapat bermakna kosong jika anda melihat orang yang berjalan dengan senyam senyum sepanjang jalan.......mungkin saja ia orang sedang mendapatkan suatu hal yang baik tapi bisa juga di artikan sebagai orang gila. Maka anda harus waspada
Sebenarnya apa yang saya tulis ini tidaklah ilmiah, dan hanya rekaan serta pengamatan sementara. Mungkin saja anda memiliki banyak kategori senyum lainnya. Mungkin senyum tipis, senyum sanyem, senyum miris, senyum meringis dll. Dan semua saya serahkan pada anda yang berteori. Dan itu tidak berarti penting.....karena yang terpenting ialah demikian pula saya menamai blog ini.
Kenapa? Karena tiap saat ada saja hal yang terjadi di belahan dunia ini entah duka maupun suka. Dan semuanya dapat kita apresiasikan dengan senyuman, dan semua terserah kita. Senyum yang bagaimana yang akan kita sampaikan. Karena saya yakin senyuman merupakan bentuk dari kesempurnaan sang kreator alam ini. Dan ia multifungsi. Saya hanya mangajak kepada kita sekalian untuk tersenyum dalam menyikapi semua hal, dengan ragam ekspresinya. Dan kita tak perlu di buat pusing melainkan ”SENYUM_AJA”.
Langganan:
Postingan (Atom)
